Penjelasan PLN Sumbar Soal Harga Listrik Prabayar

Top Fm September 18, 2015 0
Penjelasan PLN Sumbar Soal Harga Listrik Prabayar

PADANG – Humas PLN Wilayah Sumbar, Ridwan mengatakan, dalam pembelianvoucher listrik prabayar, konsumen memang dikenakan kewajiban pemotongan pajak dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pajak tersebut terdiri dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ), biaya administrasi dari bank, serta biaya materai.

“Yang tertera pada meteran tersebut bukan rupiah, tapi jumlah kilowatt per hour (kWh) atau dengan kata lain jumlah watt yang didapatkan konsumen setelah mengisi ulang listrik mereka. Dan patut diketahui, dari pembelian voucher konsumen dikenakan pemotongan pajak sebesar 10 persen dan administrasi sebesar tiga persen, jumlah rupiah administarinya bisa berbeda tergantung bank, tapi untuk di Padang sekira Rp2600,” jelasnya.

Ridwan merincikan, saat konsumen membeli voucher seharga Rp100 ribu untuk listrik dengan 1.300 Volt Ampere (VA), maka dikenakan PPJ sebesar 10 persen, sehingga tersisa Rp90 ribu. Sisa tersebut kemudian dipotong lagi biaya administrasi sebesar Rp2600, sehingga tersisa menjadi Rp87.400.

Jumlah tersebut kemudian dibagi dengan tarif listrik yang berlaku, untuk golongan rumah tangga pada meteran 1.300 (VA) harganya Rp1.352 per kWh. Sedangkan untuk 900 VA harganya Rp605.

“Sisa Rp87.400 pada voucher tadi dibagi dengan harga Rp1.352 per kWH, hasilnya 64.64497 kilowatt per hour dan jumlah tersebut tertera pada meteran. Selama ini mungkin konsumen menganggap angka tersebut sebagai 64.349 rupiah,” ujarnya lagi.

Dari PLN sendiri, lanjutnya, tentu tidak ada keinginan dilakukan pemotongan pajak pada voucher yang dibeli konsumen. Na­mun pemotongan tersebut dilakukan oleh negara untuk PPJ, dan oleh bank untuk biaya administrasi. “Kalau dari PLN, kami tentu tidak ingin itu terjadi,” tukasnya.

Sumber : OkeZone

Leave A Response »