1.000 Hektare Kebun Sawit di Sumbar Terbakar

Top Fm September 18, 2015 0
1.000 Hektare Kebun Sawit di Sumbar Terbakar

PAINAN – Sumber kabut asap yang selama ini diklaim berasal dari Sumsel, Riau dan Jambi, ternyata juga berasal dari Sumatera Barat (Sumbar). Sekira 1.000 hektare lahanperkebunan sawit pinggir pantai di Kecamatan Silaut, Sumbar telah musnah terbakar semenjak sepekan terakhir.

Dilaporkan, api juga merambat ke lahan PT Sapta Jaya Sentosa Abasi dan ke sejumlah titik di kawasan utara, tertiup angin.

Menurut keterangan Camat Silaut Samwil, kebakaran telah terjadi sepekan terakhir. Kebakaran itu awalnya menghanguskan sekira 800 hektare lahan tanaman sawit warga, dan kini sudah merambat ke kawasan perkebunan PT Sapta Sentosa Jaya Abadi.

“Posisi kebakaran di pinggir barat bagian selatan Silaut atau berdekatan dengan pinggir pantai. Kebakaran cepat menjalar menuju utara seiring musim angin selatan. Kecepatan kebakaran juga dipengaruhi kondisi tanah gambut yang kering akibat terjadinya musim kemarau,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga kini belum bisa dipastikan penyebab kebakaran. Api diduga berasal dari lahan masyarakat dan kemudian merambah ke lahan milik perusahaan. Karena banyaknya kendala, proses pemadam kebakaran agak sulit. Namun kini di lapangan tidak satupun warga yang ditemukan, karena menghindari amukan api tersebut.

Disebutkannya, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan juga investigasi. Selain itu, petugas juga dilengkapi dengan sejumlah peralatan termasuk satu unit mobil pemadam kebakaran dan empat buah pompa. BPBD Pessel juga segera menurunkan mobil kebakarannya.

“Kami sudah menyampaikan laporan tertulis kepada BPBD Pessel terkait kebakaran lahan tersebut. Laporan itu telah diterima BPBD. Kami meminta ada upaya selanjutnya untuk memadamkan titik kebakaran. Kini api semakin liar dan sulit dikendalikan dengan peralatan sederhana,” katanya.

Sementara Kepala BPBD Pessel Prinurdin menyebutkan, medan untuk sampai ke lokasi sangat berat. Ia belum bisa memprediksi strategi pemadaman yang akan dilakukan timnya.

“PT Sapta Sentosa Jaya Abadi juga telah menerjunkan eskavator untuk membuat parit agar bisa mengisolasi lahan. Setidaknya telah ada parit yang dibuat sepanjang satu kilometer lebih,” katanya.

Dikatakannya, tim yang terdiri dari BPBD, Dinas Kehutanan, Perkebunan serta aparat lainnya sulit sampai ke lokasi kebakaran. Sulitnya lagi, hingga tim diterjunkan, tim tidak bisa di kontak akibat tidak ada jaringan telefon seluler.

“Untuk informasi terkini, kami minta warga di luar untuk bersabar, soalnya sangat sulit meng update data akibat alat komunikasi terbatas. Jarak lokasi kebakaran dari tugu KTM sekitar sangat jauh. Kita juga tidak bisa mengirim mobil pemadam kebakaran karena medan jalan yang tidak memungkin. Tim yang ke lokasi menggunakan mobil double gardan,” katanya.

Terkait kebakaran tersebut Direktur LSM Swara Pesisir Rizal Mala menyebutkan, terjadinya kebakaran disebabkan lemahnya pengawasan dari aparat kehutanan.

“Seharusnya, polisi hutan di daerah ini sudah melakukan upaya antisipasi sebelum kebakaran terjadi. Soalnya kebakaran sudah sering terjadi, terutama dimusim kemarau, artinya sudah ada titik-titik yang menjadi perhatian khusus aparat terkait,” katanya.

Sumber : Okezone

Leave A Response »