Dialog interaktif bersama KP2KP 29 mey 2013

admin January 21, 2015 0
Dialog interaktif bersama KP2KP 29 mey 2013

Dialog interaktif bersama KP2KP Padangpanjang dengan tema Zakat dan Penghasilan serta Pajak Pembangunan BangsaYang Bermanfaat
Dengan nara sumber KepalaKantor KP2KP Pdangpanjang Bapak Haidar Tanjung dan Staff KP2KP Bapak Roiswan Ismail
Di Indonesia, jika ingin mengurangi ketergantungan kita terhadap bantuan luar negeri, salah satunya ialah dengan meningkatkan pendapatan pajak. Dan sekarang muncul pemikiran baru dari para alim ulama untuk membantu pemerintah dalam hal memobilisasi dana perpajakan tersebut. Penanganan pajak di Indonesia ditangani oleh DIRJEN Pajak, mereka dituntut harus bisa memenuhi target, menjadi tumpuan harapan dari Menteri Keuangan untuk memenuhi kebutuhan pengisisan APBN.
Para ulama berupaya secara tetus menerus memberikan motivasi kepada para umat untuk meningkatkan amal ibadah, khususnya dalam ikut usaha memasyarakatkan pelaksanaan zakat dan pajak yang sangat bermanfaat bagi kepentingan bersama. Terlebih lagi apabila diingat zakat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rukun Islam keempat yang mewajibkan kepada umatnya untuk memberikan zakat kepada kelompok masyarakat yang berhak menerimanya. Oleh karena itu memasyarakatkan pelaksanaan zakat merupakan sumbangan manifestasi kehidupan riil. Dilandasi oleh nilai-nilai ke Tuhanan dan kemanusiaan yang sangat dijunjung tinggi di negara kita.
Bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai seperti itulah yang harus diwujudkan melalui pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Demikian pula halnya masalah perpajakan yang merupakan bagian terpenting dari penerimaan dalam negeri sekaligus berfungsi sebagai penopang utama dalam membiayai keperluan pembangunan nasional.

PAJAK
Pengertian pajak ialah Iuran dari rakyat kepada kas negara berdasarkan undang – undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontraprestasi) secara langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum negara dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dari pengertian diatas dapat kita ketahui seksama bahwa peranan pajak sangatlah menentukan maju mundurnya negara kita mengingat sektor Pertambangan & Energi, Pertanian, ekspor dan lain – lain tidak dapat kita andalkan. Setiap tahun Indonesia masih mengandalkan pajak sebagai urat nadi bangsa untuk memutar roda perekonomian bangsa dan membangun negara kita, seandainya pajak yang merupakan faktor terpenting dalam menciptakan masyarakat adil dan makmur tidak dijalankan sesuai dengan semestinya maka dapat dipastikan masyarakat adil dan makmur tidak akan terwujud.
Dari banyaknya definisi para ahli, dapat diambil beberapa ciri-ciri dari pajak, yaitu sebagai berikut:

a. Pajak dipungut berdasar undang-undang atau peraturan pelaksanaannya.
b. Terhadap pembayaran pajak, tidak ada kontraprestasi langsung.
c. Pemungutannya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah, oleh karena itu ada istilah pajak pusat dan pajak daerah.
d. Hasil dari uang pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah, baik pengeluaran rutin
maupun pengeluaran pembangunan, dan apabila terdapat kelebihan maka sisanya digunakan untuk public
investment.
e. Disamping mempunyai fungsi sebagai alat untuk memasukkan dana dari rakyat ke dalam kas negara (fungsi
budgeter), pajak juga mempunyai fungsi yang lain, yaitu mengatur.

Sebagai warga negara yang baik seharusnya masyarakat mampu menempatkan pajak sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai budgeter (anggaran) dan reguler (mengatur).
Budgeter merupakan sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluarannya sedangkan reguler merupakan alat untuk mengatur dan melaksanakan kebijaksanaan dalam bidang sosial dan ekonomi.

Leave A Response »