KIM Dan LPM Dibekali Diseminasi Informasi

Top Fm November 26, 2018 0
KIM Dan LPM Dibekali Diseminasi Informasi

Padang Panjang—Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), laksanakan Sosialisasi Diseminasi Informasi, bertempat di Dinas Kominfo Kota Padang Panjang dengan jumlah 50 peserta, Senin (26/11).

Kegiatan ini mengangkat tema ‘Pemberdayaan dan Optimalisasi Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam Diseminasi Informasi melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)’. Selain KIM juga diundang Lembaga Pemberdayaan masyarakat (LPM) .

Acara tersebut dibagi atas dua sesi yakni, sesi pertama dari Dinas Kominfo Kota Padang Panjang dengan pemateri Kepala Dinas Marwilis dan Sekretaris Ampera Salim. Dan pada sesi kedua pemateri langsung dari Dinas Kominfo Provinsi Sumbar yang diwakili oleh tenaga IT yakni Revi Gusriva.

Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Panjang Marwilis menyampaikan, bahwa acara yang digelar oleh Provinsi ini bisa menjadi perpanjangan tangan dari Pemerintah terhadap KIM dan LPM untuk menyampaikan informasi yang benar serta akurat kepada masyarakat.

“Saat ini kita banyak mendengar dan membaca berita berita yang tidak benar atau hoax, kita berharap dengan adanya sosialisasi ini, KIM dan LPM bisa mengantisipasi berita hoax, serta mencerdaskan masyarakat dalam bersosial media, sekaligus menjadi perpanjangan tangan bagi pemerintah dalam mengatasi pemberitaan yang tidak benar,” ucap Marwilis.

Ampera Salim materinya tentang bagaimana, Teknik Menyampaikan Informasi kepada Masyarakat. Ada beberapa poin yang menjadi catatan saat disampaikan yakni, menjaga privasi, fokus pada pembicaraan, jangan coba bermain baca fikiran, dengarkan orang berbicara sampai selesai, serta punya kesimpuln yang tepat.

“Saya berharap dengan informasi yang kita peroleh, harus jelas, ringkas, benar dan lengkap. Dalam penyampaian kepada masyarakat harus runut, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dari program program pemerintah,” ujar Ampera.

Semua ini dilakukan kata Ampera adalah untuk menghindari munculnya kesimpangsiuran informasi yang beredar ditengah tengah masyarakat.

Pemateri dari Dinas Kominfo Provinsi menyampaikan seputar Cybercrime, Hoax dan UUD ITE oleh Revi Gusriva. Revi menjelaskan tentang beberapa karakter cybercrime dibandingkan dengan kejahatan konvensional.

“Berdasarkan literatur dan prakteknya cybercrime memiliki karakter yakni, perbuatan yang dilakukan ilegal, menggunakan peralatan apapun supaya bisa masuk ke jaringan telekomunikasi, mengalami kerugian, pelaku menguasai penggunaan internet, serta perbuatan tersebut dilakukan secara transnasional,” jelas Revi.

Setiap sesi yang dijelaskan oleh nara sumber atau pemateri selalu diminta beberapa pertanyaan dari para peserta yang hadir, hingga menjadikan sosialisai tersebut terasa sangat bermanfaat, apalagi untuk perpanjangan tangan pemerintah dalam memberantas informasi yang tidak benar.

 

 

Leave A Response »