Garin Nugroho, “Seni Pertunjukan terus Tumbuh dan Berkembang di Indonesia”.

Top Fm October 5, 2017 0
Garin Nugroho, “Seni Pertunjukan terus Tumbuh dan Berkembang di Indonesia”.

Padang panjang – Mencintai Budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia, karena yang menyatukan Bangsa adalah Budaya.  Pada hari rangkaian Program Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, Garin Nugroho hadir di Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Kamis (05/10)

Bincang menarik dengan para Instruktur dari Seniman Profesional yang membagi ilmu dan pengalaman menangani proyek seni kolaboratif seperti Ratna Riantiarno dari Teater Koma, Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung, Maudy Koesnaedi aktris dan pembina Teater Abnon serta Agus Noor yang kita kenal sebagai sutradara handal di bidang Seni Pertunjukan.

Sukses di tahun 2016 lalu, menjalankan di empat kota besar di Indonesia. Tahun ini, program Ruang Kreatif “ Bincang Seni Pertunjukan Indonesia “ yang digagas oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan Garin Nugroho, kembali diselenggarakan di 4 (empat) Kota  diantaranya Malang, Kudus, Padang Panjang dan Bandung. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan bakat-bakat baru bagi kreator Seni Pertunjukan Indonesia.

Dalam Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 2.500 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com.

Kemudian membangun dan meluncurkan “Galeri Indonesia Kaya” di Grand Indonesia, Jakarta. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.

Garin Nugroho mengatakan, “Seni pertunjukan terus tumbuh dan berkembang di Indonesia, namun hal ini tidak dibarengi dengan regenerasi kreator muda yang mampu terus konsisten berkarya sekaligus membangun komunitas seni di lingkungannya. Berangkat dari hal tersebut, kami mengadakan program ruang kreatif yang mencari bakat bakat para seniman muda baru di dunia seni. Harapan kami, melalui program ini dapat melahirkan para Seniman Muda Indonesia di dunia Seni Pertunjukan yang mampu bersaing dengan seniman yang ada di dalam maupun luar negeri “.

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation berharap, “Program Ruang Kreatif telah rutin diadakan di Galeri Indonesia Kaya selama hampir dua tahun, dibuat dengan tema yang beragam dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda, sehingga tidak hanya menikmati pertunjukan tetapi juga mengetahui proses awal dalam sebuah seni pertunjukan. Tahun lalu, bersama Garin Nugroho, kami membuat program Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, dengan harapan dapat menemukan dan melahirkan bakat-bakat baru kreator seniman muda Indonesia. Melihat antusiasme kelompok seni yang tersebar di Indonesia, kami mengadakan kembali program Bincang Seni sehingga proses regenerasi di bidang seni pertunjukan Indonesia tetap ada” .

Program ini terbuka untuk seniman muda Indonesia dengan usia maksimal 30 tahun dan tergabung dalam Komunitas Seni.  Peserta dapat mengikuti ruang kreatif dengan cara mengirimkan ‘Proposal Art Project’  yang berisi gagasan pementasan dan mengisi serta mengirimkan formulir melalui email :

Ima Silaban (ima.silaban@imagedynamics.co.id)(081290554435)

Rara (rara@imagedynamics.co.id)(0821 2616 7682)

paling lambat 30 Oktober 2017.

Sebanyak 25 peserta yang terseleksi akan diwakili oleh Pimpinan Produksi Kelompok Komunitas Seni dan berhak mengikuti workshop pada tanggal 19 – 22 November 2017 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Tidak hanya mengikuti workshop peserta terpilih nantinya juga akan berkesempatan untuk menyaksikan pementasan Teater Koma, pada tanggal 19 November 2017 dan melihat bagaimana proses produksi di belakang panggung sebuah pertunjukan seni, 10 peserta terbaik dari 25 peserta terpilih juga akan berkesempatan untuk menampilkan karyanya di setiap akhir pekan di bulan Maret dan di awal bulan April 2018 bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Rektor Institut Seni Indonesia Padangpanjang Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS  saat diwawancarai topfm berharap kegiatan yang di laksanakan oleh Djarum Foundation ini tetap berlanjut karena bincang kreatif pertunjukan seni bersama orang orang yang profesional ini sangat menguntungkan bagi pelaku seni, ini harus dijaga, dipelihara dan dijadikan moment untuk menjadikan Insitut Seni Indonesia (ISI) lebih baik.

 

Leave A Response »