Satpol PP Padang Panjang Razia Perokok

Top Fm January 28, 2016 0
Satpol PP Padang Panjang Razia Perokok

PADANGPANJANG,  — Satpol PP Pa­dang Panjang bertegas-tegas dalam penegakan Perda No 2 tahun 2014 tentang ka­wa­san merokok.

Mereka melakukan ra­zia bersama Dinas Ke­se­hatan kota (DKK) ke selu­ruh kan­tor kantor pe­me­rintah untuk memberikan peringatan aw­al, Rabu kemarin.

Razia ini dilaksanakan oleh 2 tim, 2 masing masing diwilayah kecamatan Pa­dang­panjang Timur dan tim satu lagi di kecamatan Pa­dang­panjang Barat.Operasi ini akan dilanjutkan agar Perda yang lebih ditujukan untuk kesehatan masyarakat itu bisa terlaksana dengan baik.

Kasi operasi Satpol PP, David N M yang ditanya terkait operasi Perda ter­sebut, Rabu sore kemarin menyebut, dalam razia itu memang masih banyak di­temukan puntung rokok. Dalam razia diwilayah ke­camatan Timur, puntung rokok ditemukan di kantor BPBD, dan RSUD Ganting.

Di ruang BPBD, pun­tung rokok ditemukan di Serambi kantor sedangkan di RSUD puntung rokok di jumpai diperkarangan nya, ujar David.

Hal itu, kata David me­m­buktikan bahwa masih ada aparat PNS yang masih merokok disembarang tem­pat. Sesuai aturan, bagi yang merokok perlu disiapkan ruang merokok” Smoking Rest Area” agar asap rokok itu tidak berdampak kepada pengunjung lainnya. Justru itu jika ingin merokok silah­kan merokok ditempat yang sudah ditentukan tersebut.

Sesuai Perda No 2 tahun 2014, merokok dilarang di lokasi pelayanan kesehatan, sekolah, dan aktifitas anak anak, masjid dan angkutan umum.”Razia kali ini ma­sih dilakukan secara acak sebagai sampel dalam pe­ne­ga­kan Perda. Kita berharap semua pegawai tidak lagi merokok disembarang tem­pat. Jika masih ditemukan, maka akan menerima te­guran peringatan, dan sangsi administasi, selanjutnya jika masih melanggar bisa bisa dikenakan sangsi hukum dengan hukuman denda Rp 5 juta atau kurungan selama lama nya 3 bulan”, ujar David NM

Sementara itu, Kasat Ppl PP, Yoni Aldo yang ditanya wartawan via telepon seluler membenarkan adanya sang­si hukum yang harus dija­lan­kan dengan tegas. Pe­ninda­kan ini di­lakukan tanpa pandang bulu.

Siapapun yang me­lang­gar mulai walikota hingga pegawai bawahan tetap di­berikan sangsi.”Kami me­negak­kan Perda tidak pan­dang bulu termasuk jajaran Satpol PP sendiri jika me­lang­gar tetap ditindak sesuai Perda tersebut” ujar Yoni Aldo menyebutkan.

Leave A Response »