Percepat Pembangunan Pasar Padang Panjang

Top Fm January 22, 2016 0
Percepat Pembangunan Pasar Padang Panjang

PADANG PANJANG,  — Walikota Padang Panjang Hendri Arnis,  sudah me­ren­canakan memindahan pedagang ke Kios Penampungan Sementara (KPS). Pemindahan  dilaksanakan  setelah keluarnya izin Amdal (Analisa mengenai dampak lingkungan)  pembanguna  Pasar Padang Panjang yang akan diterbitkan  pada pertengahan Februari mendatang.

Pemindahan para pe­dagang ke KPS untuk mem­percepat  pembanguna   Pa­sar Padang Panjang  yang sudah lama  didambakan  warga  kota ini. “Sejumlah tahapan untuk pem­bangu­nan pasar  telah bisa di­rea­lisasi­kan. Saat ini kita masih menunggu izin Amdal yang dikeluarkan oleh Bapedal­da Provinsi Sumatera Barat. Kita juga mohon dukungan dari masyarakat, sehingga rencana besar kita ini bisa diwujudkan,” kata Hendri Arnis didampingi Plt.Sekda Syahdanur dan Kabag Hu­mas Ampera Salim, Kamis kemarin.

Pada pertemuan itu,  He­n­dri Arnis juga meminta kepada seluruh masyarakat, untuk tidak terpengaruh terhadap berbagai isu yang bisa menghalangi proses pembangunan Pasar Padang Panjang, karena sudah lama proses pembangunan pasar ini terkatung-katung dan berpengaruh terhadap per­tum­buhan perekonomian masyarakat. “Kita men­ya­dari pasar adalah pusat perekonomian masyarakat dan kita mengupayakan ag­ar pembangunan ini te­rea­lisasi. Jika tidak ada ha­lang­an dalam proses pem­bangu­nan ini, awal April men­datang sudah bisa direali­sasikan setelah selesainya proses tender,” ungkapnya.

Dikatakan Hendri Ar­nis, dalam menangani ma­salah pasar, diibaratkannya sama dengan menangani penyakit kronis yang sudah sulit untuk disembuhkan. Apalagi, sejak memimpin di Kota Padang Panjang, diri­nya kesulitan untuk men­dapatkan informasi tentang kondisi Pasar Padang Pan­jang yang sebenarnya. “Al­ham­dulilah, berkat kerja keras seluruh tim yang ter­libat, permasalahan ini bisa diselesaikan satu persatu. Sehingga, dalam rentang waktu dua tahun, kita sudah bisa mengambil kesimpulan apa yang harus dilakukan untuk membangun pasar yang telah terbengkalai pe­m­­bangunannya sejak 7 ta­hun silam,” sebut Hendri Arnis.

Terkait adanya gonjang-ganjing tentang status hu­kum Pasar Padang Panjang dan sertifikat tanah di ka­wa­san Pasar Padang Panjang yang masih dipegang oleh investor lama, dibantah tegas oleh Hendri Arnis. Walikota menegaskan,  ti­dak mungkin sertifikat mi­lik negara dipegang oleh orang lain dan mustahil juga jika barang milik negara bisa digunakan sebagai agunan. “Karena itulah, Kita juga minta kepada masyarakat untuk bersabar, menunggu tahapan proses pem­bangu­nan pasar. Kita sangat men­yadari   bahwa  kondisi pasar saat ini memang sudah tidak nyaman dan menjadi ke­luhan masyarakat.  Memang  cukup banyak pengaduan yang masuk ke saya yang  mengatakan kalau pasar sudah sembraut, becek dan pedagang juga mengalami penurunan omzet,” ujarnya.

Sementara Plt.Sekda Sya­h­­danur menambahkan,  saat ini, proses pem­bangu­nan kios pe­nam­pungan dan pembuatan market bangu­nan Pasar Padang Panjang  telah selesai. “Saat ini  kita tinggal  menunggu izin Am­dal dan proses lelang pem­bangun­an yang kita ang­garkan melalui tahun ja­mak,” sebut Syahdanur.

Dijelaskan  pula,  untuk tahap pelelangan pertama akan dilakukan proses pem­bangu­nan dengan anggaran  sekitar Rp70 Miliar dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya, dengan total anggaran Rp120 Miliar.  “Karena kita menganggar­kan dengan program multi­year,  maka jika pemenang lelang sanggup men­yelesai­kan­nya lebih cepat dari yang kita rencanakan, maka akan lebih baik. Tergantung dari kesanggupan pemenang le­lang,” sebut Syahdanur.

 

Sumber : Haluan

Leave A Response »